Langsung ke konten utama

MENATAP KEADILAN

 

MENATAP KEADILAN

Oleh : Rusman Riyadi

 

Keadilan sering kali menjadi sebuah impian dan menjadi sebuah hal yang sangat tabu, seolah-olah keadilan itu sendiri sudah lama lenyap dan tenggelam dalam jurang keserakahan. Keadilan merupakan sebuah hal yang sangat mendasar untuk individu dan kelompok masyarakat bahwasanya keadilan memang harus benar-benar tergakkkan bagi siapa saja dan untuk siapa saja.

Keadilan seharusnya tak pernah memandang ia dari golongan mana dan dari kasta yang seperti apa, karena keadilan dilhairkan untuk menciptakan sebuah kesejahteraan bagi masyarakat.  Bagi para penegak keadilan wajibkan untuk keadilan dengan setegagak-tegaknya, karena keadilan yang ada di pundak para penegak keadlan harus benar-benar berlaku bagi semua elemen masyrakat. Namun fakta yang terjadi di lapangan adalah keadilan itu hanya di lapangan prioritas pada mereka yang berduit, sedangkan keadilan bukan begitu.

Keadilan menurut Aristoteles, dibedakan antara keadilan distributive dengan keadilan korektif atau remedial yang merupakan dasar bagi semua pembahasan teori terhadap masalah pokok. Keadilan distributif mengacu pada pembagian barang dan jasa kepada setiap orang sesuai dengan kedudukannya dalam masyarakat, dan perlakuan yang sama terhadap kesederajatan dihadapan hukum.

Membahas hukum sangat erat erat dengan sebuah hukum, dalam hukum kita mengenal sebagai yang mengatakan bahwa semua orang kedudukannya sama di mata hukum atau yang lebih dikenal dengan sebutan "equality before the law". Artinya semua orang berhak mendapatkan perlakuan hukum yang sama dari masyarakat kelas bawah hingga masyarakat yang datang dari pejabat pemerintah.

Di indnesia sendiri sebuah keadilan sama halnya dengan sesuatu yang tabu untuk tegakkan, karena masyarakat sendiri telah melihat sendiri dengan mata kepala mereka bahwasanya hukum cenderung lebih berpihak kepada mereka yang datang dari golongan bangsawan, seolah-olah mereka mampu membayar hukum dengan segudang rupiah yang di memilikinya.

Penegakan hukum di Indonesia sendiri layaknya seperti belah bambu yang mana bagi mereka masyarakat kecil hukum membelenggu tangan mereka. Bagi para pejabat hukum seolah-olah melempem dan lemah dan itu membuat penegakan hukum tidak berjalan dengan maksimal dan membuat masyarakat bertanya-tanya apakah sebuah aturan hanya mengikat masyarakat kecil.

Hukum seolah-olah tunduk di bawah kaki para pejabat dan kehilangan kesakralan dan kesaktiannya karena begitu banyak hal yang bisa kita lihat dengan adanya beberapa kejadian atau fakta yang ada di Indonesia.

Hal ini sangat di sayangkan sekali, kita yang memuja agar keadilan benar-benar ditegakkan namun akhirnya hanya menjelma menjadi sebuah mitos yang tak pernah terjadi dan menjadi mimpi panjang.

Selama keadilan dan penegakan hukum masih belum bisa tegakkan maka kesejahteraan hanya akan menjadi sebuah naskah yang selalu terpampang di tembok-tembok sekolah hingga kantor pemerintahan. keadilan menurut John Rawls bahwa keadilan pada dasarnya merupakan prinsip dari kebijakan yang diterapkan untuk konsepsi jumlah dari kesejahteraan seluruh kelompok dalam masyarakat. Untuk mencapai keadilan tersebut, maka rasional jika seseorang ingin memuaskan keinginannya sesuai dengan prinsip kegunaan, karena dilakukan untuk memperbesar keuntungan bersih dari kepuasan yang diperoleh anggota masyarakatnya. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

permataku yang hilang

PERMATAKU YANG HILANG  Oleh : Rusman Riyadi Hai kasih Selamat malam  Aku disini hanya merindumu Mengenang wajahmu nan syahdu Ramai kota dengan lampu berjejer di sepanjang jalan Namun aku tak tahu dimana kau melepas senyummu malam ini Apa mungkin sudah ada bahu yang nyaman membuatmu bersandar Tak ingatkah kau kepada diriku Lelaki yang tiada bosan menunggu Lelaki yang yang rela menghabiskan waktu hanya untuk berjumpa dengan pujaannya  Lelaki yang sudah menutup hatinya untuk wanita lain  Aku disini selalu di hujam hasrat bertemu Tak adakah waktumu bertemu denganku walau hanya lewat mimpi

menyisakan kenangan

MENYISAKAN KENANGAN Oleh : Rusman Riyadi Disaat langit mulai mendung Entah kenapa diri ini selalu merundung Wangi tubuhmu yang kian tercium Laksana aroma disaat petrikor Rintik yang kian berjatuhan  Membawaku kembali dalam kerinduan Canda dan tawamu melukis keseimbangan Membuatku terperangkap dalam kenangan Sudah cukup lama aku bermuram durja  Tawamu yang dulu menggema dalam telinga Meringkuk tubuh memeras air mata Kini sunyi dan sepi yang kurasa Kepergianmu menyisakan gelap duniaku Oborpon tak mampu tuk menerangi Kini hanya gundah gulana yang tersisa

Quotes rusman 5