Langsung ke konten utama

senja diujung harapan



SENJA DI UJUNG HARAPAN
Oleh : Rusman Riyadi

Hai senja ...
Selamat datang di ujung harapan
Selamat mengakhiri perjalanan
Kutitip kan nama kekasihku dalam pancaran sinarmu
Ku tuliskan namanya diatas pasir pantai

Desir ombak berakhir di tepi pantai
Membawa kenangan yang kian terurai
Menghanyutkan seribu cerita cintaku
Yang kini harus aku relakan kepergianmu

Rerumputan turut membius jiwa bersama dingin malam
Mengikuti beku diamku mencoba berbicara, merangkai sebait sajak alam
Namamu yang terpatri dalam sanubari jiwa
Membawaku ke dalam lembayung cinta

Apa yang lebih indah dari sunyi
Ketika aku masih tegap berdiri
Mawar yang tiap pagi kusiram
Mekarnyapun di petik orang

Saripati bungaku kini telah tiada
sang kumbang menghisap tanpa sisa
Bunga  yang kian lama kupuja
Kini harus ku relakan gugur begitu saja

Biarkan aku menikmati pekatnya malam
Bersama bayangmu yang telah kelam
Aku yang tak pandai menjagamu ?
Ataukah kau yang sudah bosan bersamaku








Komentar

Postingan populer dari blog ini

permataku yang hilang

PERMATAKU YANG HILANG  Oleh : Rusman Riyadi Hai kasih Selamat malam  Aku disini hanya merindumu Mengenang wajahmu nan syahdu Ramai kota dengan lampu berjejer di sepanjang jalan Namun aku tak tahu dimana kau melepas senyummu malam ini Apa mungkin sudah ada bahu yang nyaman membuatmu bersandar Tak ingatkah kau kepada diriku Lelaki yang tiada bosan menunggu Lelaki yang yang rela menghabiskan waktu hanya untuk berjumpa dengan pujaannya  Lelaki yang sudah menutup hatinya untuk wanita lain  Aku disini selalu di hujam hasrat bertemu Tak adakah waktumu bertemu denganku walau hanya lewat mimpi

menyisakan kenangan

MENYISAKAN KENANGAN Oleh : Rusman Riyadi Disaat langit mulai mendung Entah kenapa diri ini selalu merundung Wangi tubuhmu yang kian tercium Laksana aroma disaat petrikor Rintik yang kian berjatuhan  Membawaku kembali dalam kerinduan Canda dan tawamu melukis keseimbangan Membuatku terperangkap dalam kenangan Sudah cukup lama aku bermuram durja  Tawamu yang dulu menggema dalam telinga Meringkuk tubuh memeras air mata Kini sunyi dan sepi yang kurasa Kepergianmu menyisakan gelap duniaku Oborpon tak mampu tuk menerangi Kini hanya gundah gulana yang tersisa

Quotes rusman 5