Langsung ke konten utama

kau yang kupuja dalam diam



KAU YANG KUPUJA DALAM DIAM
Oleh : Rusman Riyadi

Dalam hening malam yang pekat
Aku terdiam di pojok gubuk tua
Menerawang matamu yang telah lama hilang
Merasuk kalbu penuh kerinduan

Hati dan jiwaku mengawang diatas awan
Mengepakkan sayap jiwa penuh harapan
Ku adukan namamu pada Rabb-ku
Ku cumbu jiwamu dalam lantunan do'a

Kuterbangkan selembar kertas dan ku ayunkan pena
Kata pertama dalam sajakku adalah dirimu
Yang selalu menjadi alasan untukku tetap kuat berdiri

Dengan sajak kularutkan mimpi
embun pada awan yang merelakan hujannya
Malam menghembuskan dingin yang menerka
Hati yang sepi gundah gulana

Digubuk tua kulamunkan indah senyummu
Di gelap malam ku bayangkan lentik jemarimu
Ah... ini aku yang selalu memujamu dalam diam

Bukan sambut mesra kata yang ku harap
Bukan tanya kabar yang ku harap
Bukan cium kening yang aku impikan
Hadir dirimu dalam sepiku yang aku damba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

permataku yang hilang

PERMATAKU YANG HILANG  Oleh : Rusman Riyadi Hai kasih Selamat malam  Aku disini hanya merindumu Mengenang wajahmu nan syahdu Ramai kota dengan lampu berjejer di sepanjang jalan Namun aku tak tahu dimana kau melepas senyummu malam ini Apa mungkin sudah ada bahu yang nyaman membuatmu bersandar Tak ingatkah kau kepada diriku Lelaki yang tiada bosan menunggu Lelaki yang yang rela menghabiskan waktu hanya untuk berjumpa dengan pujaannya  Lelaki yang sudah menutup hatinya untuk wanita lain  Aku disini selalu di hujam hasrat bertemu Tak adakah waktumu bertemu denganku walau hanya lewat mimpi

menyisakan kenangan

MENYISAKAN KENANGAN Oleh : Rusman Riyadi Disaat langit mulai mendung Entah kenapa diri ini selalu merundung Wangi tubuhmu yang kian tercium Laksana aroma disaat petrikor Rintik yang kian berjatuhan  Membawaku kembali dalam kerinduan Canda dan tawamu melukis keseimbangan Membuatku terperangkap dalam kenangan Sudah cukup lama aku bermuram durja  Tawamu yang dulu menggema dalam telinga Meringkuk tubuh memeras air mata Kini sunyi dan sepi yang kurasa Kepergianmu menyisakan gelap duniaku Oborpon tak mampu tuk menerangi Kini hanya gundah gulana yang tersisa

Quotes rusman 5