Langsung ke konten utama

HADIRNYA SEBEUAH NEGARA

 

HADIRNYA SEBUAH NEGARA

Oleh : Rusman Riyadi

 

Indonesia merupakan negara demokrasi yang mana kedaulatan berada di tangan rakyat, sehingga semua hal yang berkaitan dengan kekuasaan seharsunya melibatkan rakyat. Negara yang mampu melahirkan sebuah konstitusi yang sesuai dengan apayang menajdi hajat rakyat maka negara tersebut bisa dikatakan sebagai negara yang yang teramat sangat demokrasi.

Berdaulat tanpa di dikte oleh pihak manapun merupakan sebuah impian terbesar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, apalagi tidak peran negara lain bagi berdaulatnya sebuah negara.

Indonesia sebagai negara yang demokrasi yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Maka hal itu perlu di implementasikan oleh para pemangku kekuasaan yang memegang tampuk kekausaan di negara ini.

Bukan menjadikan rakyat sebagai alat pemuas kekuasaan yan seolah-olah apa yang di lakukan demi kepentingan rakyat, akan tetapi di balik ituhanyalah sebuah politik untuk memuaskan hasrat dan birahi dirinya pribadi. Negara harus mampu  menjawab tantang dari dari apa yang termaktub dalam ideologi negara yaitu pancasila terutama dalam sila yang ke-5 yaitu “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”.

Keadilan di negeri ini masih menjadi hal yang tabu yang mana keadilan belum pernah bisa di implementasikan apalagi bisa di rasakan oleh masyarakat, contoh kecil dari sebuah keadilan yang masih menjadi misteri adalah dalam hal penegakan hukum yang seharusnya tak tebang pilih dalam pelaksanaannya.

Apalagi dalam hal kebijakan yang di ambil oleh pemerintah yang banyak sekali di rasakan oleh masyarakat setiap kali kebijkan yang di ambil seringkali berpihak kepada para kapitalis dan meneggelamkan rakyat kecil.

Contoh kecil adalah kasus yang terjadi pada saat rancangan pembuatanperaturan perundang-undangan Omnibus law, yang mana undang-undang sapu jagat tersebut mendapat penolakan besar-besaran dari rakyat karena di nilai menguntungkan sebagian golongan dan menelantarkan nasib para buruh.

Seharusnya dalam pembuatan perundang-undangan tinggalkan semua kepentingan yang menguntungkan diri pribadi dan lebih mengutamakan apa yang menjadi kepentingan rakyat indonesia. Oleh karena itu di butuhkan hati yang bersih dan pikiran yang jernih dalma pembuatan suatu produk hukum yang akan mengikat dan berlaku bagi masyarakat.

Negara diharapkan untuk hadir dan memberikan cahaya kepada masyarakat bukan malah menjadikan masyarakat sebagai obor untuk mencapai tujuan pribadinya.

Jika kepentingan pribadi dan golongan masih di utamakan maka selamanya nilai-nilai keadilan itu tidak akan pernah bisa terwujud dan hanya akan menjadi sebuah redaksi yang wajib untuk untuk di hafal dan akan selalu menjadi suguhan yang wajib kepada para siswa.

Mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan demi kemaslahatan masyarakat akan jauh lebih mulia dan akan jauh lebih terhormat.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

permataku yang hilang

PERMATAKU YANG HILANG  Oleh : Rusman Riyadi Hai kasih Selamat malam  Aku disini hanya merindumu Mengenang wajahmu nan syahdu Ramai kota dengan lampu berjejer di sepanjang jalan Namun aku tak tahu dimana kau melepas senyummu malam ini Apa mungkin sudah ada bahu yang nyaman membuatmu bersandar Tak ingatkah kau kepada diriku Lelaki yang tiada bosan menunggu Lelaki yang yang rela menghabiskan waktu hanya untuk berjumpa dengan pujaannya  Lelaki yang sudah menutup hatinya untuk wanita lain  Aku disini selalu di hujam hasrat bertemu Tak adakah waktumu bertemu denganku walau hanya lewat mimpi

menyisakan kenangan

MENYISAKAN KENANGAN Oleh : Rusman Riyadi Disaat langit mulai mendung Entah kenapa diri ini selalu merundung Wangi tubuhmu yang kian tercium Laksana aroma disaat petrikor Rintik yang kian berjatuhan  Membawaku kembali dalam kerinduan Canda dan tawamu melukis keseimbangan Membuatku terperangkap dalam kenangan Sudah cukup lama aku bermuram durja  Tawamu yang dulu menggema dalam telinga Meringkuk tubuh memeras air mata Kini sunyi dan sepi yang kurasa Kepergianmu menyisakan gelap duniaku Oborpon tak mampu tuk menerangi Kini hanya gundah gulana yang tersisa

Quotes rusman 5