Langsung ke konten utama

Kemanakah penyuara kebenaran

KEMANAKAH PENYUARA KEBENARAN
oleh : rusman riyadi


Ketika mahasiswa sudah menutup matanya rapat2 terhadap persoalan yg bergejolak di negerinya maka kehancuran negeri ini sudah di ambang pintu
Ketika mahasiswa menutup telinganya rapat dan tak mau mendengarkan jeritan masyarakat yg katanya mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat maka kesengasaraan sudah di depan mata
Ketika mahasiswa sudah bisu dan tak lagi mau berteriak menyuarakan kebenaran maka jangam harap negeri ini akan makmur
Kemanakah mahasiswa sekarang ?

Apakah kampus2 sekarang sudah tidak ada lagi di negeri ini ?
Apakah mahasiswa sekarang sudah buta tuli terhadap persoalan2 yg ada ?
Berapa jutakah jumlah mahasiswa yg ada di negeri, lantas apa yg mereka lakukan apakah hanya nongkrong di warkop saja dengan segala canda tawanya bersama kawan2nya,

Katanya mahasiswa adalah " agent of change "
Katanya mahasiswa adalah " agent of control"

Apakah sekarang bukan agent of change lagi atau sekarang sudah di ganti menjadi "agent of oneself" yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat keadaan sosialnya.


Miris sekali negeri ini kaya dengan jumlah mahasiswa tapi miskin dengan pergerakan bahkan mungkin miskin dengan intelektual.

Apakah kalian akan membiarkan ketidak adilan di negeri ini semakin merajalela.
Apakah kalian akan tetap menutup mata kalian dan menutup telinga kalian dengan keadaan negeri ini.

Apakah kalian akan selalu menjadi orang yg buta tuli terhadap keadaan negeri ini, negeri di mana kalian pertama kali menginjakkan kaki.

Malang, 03 Agustus 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

permataku yang hilang

PERMATAKU YANG HILANG  Oleh : Rusman Riyadi Hai kasih Selamat malam  Aku disini hanya merindumu Mengenang wajahmu nan syahdu Ramai kota dengan lampu berjejer di sepanjang jalan Namun aku tak tahu dimana kau melepas senyummu malam ini Apa mungkin sudah ada bahu yang nyaman membuatmu bersandar Tak ingatkah kau kepada diriku Lelaki yang tiada bosan menunggu Lelaki yang yang rela menghabiskan waktu hanya untuk berjumpa dengan pujaannya  Lelaki yang sudah menutup hatinya untuk wanita lain  Aku disini selalu di hujam hasrat bertemu Tak adakah waktumu bertemu denganku walau hanya lewat mimpi

menyisakan kenangan

MENYISAKAN KENANGAN Oleh : Rusman Riyadi Disaat langit mulai mendung Entah kenapa diri ini selalu merundung Wangi tubuhmu yang kian tercium Laksana aroma disaat petrikor Rintik yang kian berjatuhan  Membawaku kembali dalam kerinduan Canda dan tawamu melukis keseimbangan Membuatku terperangkap dalam kenangan Sudah cukup lama aku bermuram durja  Tawamu yang dulu menggema dalam telinga Meringkuk tubuh memeras air mata Kini sunyi dan sepi yang kurasa Kepergianmu menyisakan gelap duniaku Oborpon tak mampu tuk menerangi Kini hanya gundah gulana yang tersisa

Quotes rusman 5